10 Jun 2011

Kucing Binal di Warung Sebelah

Ada seekor kucing betina di warung makan dekat kantor saya. Entah kenapa, hampir setiap kali saya melihat atau kebetulan si kucing betina muncul, ia selalu saja bunting. Sampai-sampai teman saya menjulukinya, Kucing Binal. Hahaha...
Nah, beberapa hari yang lalu saya (kebetulan) melihat si Kucing Binal sedang bunting. Tiba-tiba ia dihampiri seekor anak kucing yang saya sih, itu salah satu anak si Kucing Binal. Namun, ketika si anak kucing menghampiri sang induk, eh dengan sengaja si induk malah melengos pergi. Nggak cuma sekali, tapi berkali-kali sampai akhirnya si anak menyerah.









9 Jun 2011

Ka el Je

ka el je...
Akhirnya, keturutan juga keinginan saya. Setelah sekian lama saya memendam hasrat untuk bermain-main dengan kamera sederhana nan unik ini. Yah, walaupun masih amatir dan hasilnya nggak memuaskan, saya tetap puas. Saya yang punya sifat penasaran akut ini, belum puas kalau keingintahuan saya belum terpenuhi. Dan ternyata, bermain kamera lubang jarum itu sangat menyenangkan :D





kiri: hasil jepretan saya-gagal; kanan: hasil jepretan peserta lain-cukup berhasil ><


ahhh..melted

Entah kenapa, saya jatuh cinta dengan lagu ini. Hampir setiap hari, saya memutarnya. Bahkan, jadi lagu nina bobo saya.

20 Mei 2011

(Gagal)Mengejar Waisak

   Ahhhh..senangnya libur panjang :D Selain libur di Hari Sabtu-Minggu ditambah lagi cuti bersama di Senin-Selasa untuk memperingati Hari Waisak 16 Mei 2011, lalu. Yippie! Tadinya sih saya pengen berleha-leha sambil merapikan kamar saya yang terlihat seperti kapal pecah, begitu keluh bapak saya. Hahaha

   Namun, tiba-tiba seorang teman menawari saya untuk berkunjung ke kota kelahirannya Jogjakarta. Saya yang jarang pergi ke luar kota, tanpa pikir panjang langsung meng-iyakan ajakannya. Urusan merapikan kamar? Ahh..besok-besok juga bisa.
Dan berangkatlah saya bersama teman saya naik motor ke kota pelajar tersebut. Sembari berharap kami bisa menonton arak-arakan Waisak yang kabarnya dimulai pukul 08.00 WIB. Padahal, kami berangkat dari Semarang pukul 08.30 WIB. Hihihi.. Dan benar, sesampainya di Candi Borobudur suasana sudah sepi dengan mentari yang begitu terik menyinari kami. 
   Iseng-iseng teman saya bertanya kepada bapak penjual minuman keliling, "Pak, arak-arakan Waisak-nya sudah lewat?"
   "Oh, sudah selesai daritadi, Mas. Sekitar pukul 09.30 WIB", jawab sang bapak 
Teman saya pun bertanya kepada saya, "Gimana nih, kita udah ketinggalan jauh? Apa mau nungguin upacaranya nanti pukul 18.00 WIB?"

   Saya pikir daripada sudah jauh-jauh ke luar kota tapi tanpa hasil, maka saya dan teman saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke Kota Pelajar. Tapi, tentunya mampir dulu ke Jejamuran untuk mengisi perut. Kesan pertama saya saat memasuki rumah makan di daerah Sleman tersebut ialah, nyaman. Bangunannya terlihat hangat, terbuat dari bambu dengan kelambu dan tirai putih di setiap pojoknya. 
   Kami disambut dengan alunan musik pop dari band yang tampil menghibur pengunjung. Tak lupa seorang pelayan memberikan kami daftar menu. Kami pun duduk di dekat band tersebut dan mempelajari menu yang serba jamur tersebut. Lalu, kami yang kelaparan memesan Sate Jamur, Jamur Bakar Pedas, Tongseng Jamur, Jamur Shitake Asam Manis, Es Kunyit Asam dan Es Sapurella. Juara saya adalah Jamur Shitake Asam Manis dan teman saya ikut jatuh cinta langsung memesan Jamur Portabello Asam Manis.


(dari ka-ki) Jamur Shitake, Nasi Putih, Sate Jamur

Sate Jamur

Jamur Bakar Pedas

Tongseng Jamur

Jejamuran


   Waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB, masih terlalu dini untuk pulang. Kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan ke pusat Kota Jogjakarta. Benteng Vredeburg. Akhirnya..setelah sekian lama ngidam, saya bisa masuk da menikamati suasana di dalam benteng di ujung Jalan Malioboro ini. Hurray! 
   Dan saya seperti anak kecil yang dilepas ke taman bermain. Bebas, lepas, melupakan kepenatan hati. Teman saya dengan sabar mengikuti saya berlari kian kemari. Mendengarkan ocehan-ocehan saya. Menjadi partner in crime saya membedol ketela rambat di sepetak tanah di belakang benteng, mengunduh paksa buah sawo kecik. Sampai duduk diam di samping saya, sembari saya menikmati rimbunnya perdu Alamanda. What a great day with a nice friend :)





29 Apr 2011

Berburu Kaktus

Beberapa waktu yang lalu, saya ngidam banget pengen punya kaktus warna kuning. Dan setelah lewat beberapa minggu, baru keinginan tersebut terpenuhi. Tepatnya, kemarin lusa. Saya mengajak teman dekat saya untuk berburu sang kaktus sampai ke lereng Gunung Ungaran, di Pasar Bandungan. Fiuh...kami pun rela menempuh perjalanan selama satu jam untuk mendapatkan sang kaktus. Sampai lokasi, hujan deras mengguyur. Wah, kenapa ya...ketika bersama si teman dekat selalu saja kehujanan. Hihihi..nggak ding itu cuma asumsi saya saja.
Berhubung sudah sampai sana dan hujan pula, akhirnya kami pun memborong lima pot kaktus. Dua diantaranya, Si Ningning dan Si Gembul saya taruh di meja kerja.




13 Apr 2011

Menikmati Sunset

Entah kenapa, saya selalu terpesona saat matahari kembali ke peraduannya alias matahari tenggelam alias sunset. Wow! Mau dimanapun, saya selalu dibuat kagum dengan keseharian alam yang satu ini. Ya, seperti saat ini. Saya mengetik sambil menengok ke kanan melalui jendela kantor, menikmati sunset :D
Meskipun nggak seindah saat menikmatinya di pantai ataupun di atas bukit, tapi cukup membuat saya tersenyum sembari bersyukur kepada Sang Pencipta.
Sunset..sunset..sunset.. <3